Sejarah Perkembangan Dota Allstars Sampai Jadi Dota 2

Sejarah Perkembangan Dota Allstars Sampai Jadi Dota 2

Sejarah Perkembangan Dota Sampai Jadi Dota 2 – Sejarah Dota 1 awalnya dimulai dari DotA Allstars terhadap awalnya dikembangkan oleh dua orang modder bersama dengan nickname dalam game sebagai VcL, D-8, dan D-1 mereka bertiga memberikan banyak pilihan jenis hero dan item populer berasal dari game Warcraft III kedalam DotA Allstars. Bahkan Doodle Ellya Khadam juga menyukai permainan Dota karena sangat kompleks.

Sejarah Perkembangan Dota Allstars Sampai Jadi Dota 2

Saat tahun 2004, pengembangan DotA Allstars diambil alih oleh modder bernama Guinsoo sepanjang kurang lebih 1 tahun. Pada bulan Februari 2005 berjalan lagi pergantian di tim pengembang DotA Allstars, Steven “Guinsoo” Feark memutuskan berhenti berasal dari pembuatan map atau peta pada Warcraft III sehingga bagian tim pada akhirnya menyisakan dua orang modder yakni Neichus dan IceFrog.

Tak lama lantas Neichus pun memutuskan keluar sehingga hanya menyisakan IceFrog sebagai pengembang DotA Allstars. Ketika DotA dipegang oleh IceFrog, popularitas DotA Allstars berkembang benar-benar pesat. IceFrog, dibantu oleh Mescon membuat official forum untuk para fans DotA Allstars. Melalui forum ini para fans DotA bisa mengemukakan ide dan gagasannya untuk pembaruan DotA Allstars versi selanjutnya.

Di jaman ini pula DotA jadi banyak dikenal dan terasa dipertandingkan sebagai olahraga elektronik kompetitif. Pada Mei 2009, IceFrog memberitakan bahwa ia dapat membuat situs baru bernama playdota.com demi pertumbuhan DotA ke depannya dan situs dota-allstars.com diserahkan ke Mescon sebelum akan pada akhirnya ditutup terhadap 22 Juli 2010.

Perkembangan Dota 2 Di Indonesia

Di Indonesia, skena esports berasal dari Dota maupun Dota 2 mungkin sudah dianggap hidup segan mati tak mau. Pasalnya, di Tanah Air, game yang punya turnamen terbanyak adalah mobiles game. Tapi bila ingin menghitung dari segi total hadiah yang didapat masih banyakan hadiah dari slot88 online pada situs daftar slot88 online. Karena itu, jangan heran kalau tidak banyak organisasi esports yang mempunyai tim Dota 2 atau game PC lainnya.

Karena perkembangan game pc di Indonesia sangat susah serta punya kompetitor dari berbagai dunia yang sudah lebih unggul terlebih dahulu. Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri bahwa Dota 2 senantiasa merupakan salah satu game esports yang sukses di dunia. Buktinya, The International senantiasa memecahkan rekor kuantitas hadiah terbesar di dunia tiap-tiap tahunnya.

Baru-baru ini telah berakhir turnamen dota 2 terbesar sedunia yaitu The International 10 yang pemenangnya di menangkan oleh team under dog asal Russia. Yaitu Team Spirit. Walaupun begitu para fans dota 2 Indonesia cukup bangga karena setelah 10 tahun akhirnya ada orang Indonesia yang berhasil tampil di laga The International meskipun harus gugur dalam top 10. Tapi itu merupakan perkemabangan yang cukup untuk memciu player dota 2 Indonesia yang lain agar lebih bersemangat saat bermain Dota 2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *